Upaya Terbaru CIA “Hapus” Masa Lalu

on Senin, 03 Agustus 2009


E-mail Cetak PDF
Dalam tulisannnya di Washington Post, direktur CIA Leon Panetta mengatakan bahwa masa lalu tidak perlu diungkit dan hal-hal yang rahasia tidak seharusnya dibocorkan. (SuaraMedia News)

Dalam tulisannnya di Washington Post, direktur CIA Leon Panetta mengatakan bahwa masa lalu tidak perlu diungkit dan hal-hal yang rahasia tidak seharusnya dibocorkan. (SuaraMedia News)

WASHINGTON (SuaraMedia News) – Direktur CIA Leon Panetta mengatakanbahwa sudah waktunya sikap saling tuduh dan saling tidak percaya yang timbul di Washington – berkenaan dengan program intelijen CIA pasca terjadinya peristiwa 9/11 – untuk segera disudahi.

Demikian diungkapkan dalam tulisan Panetta yang dimuat di surat kabar Washington Post pada hari ini. Dalam tulisannya, Panetta mengungkapkan mengenai kekhawatirannya terhadap fokus AS – khususnya Kongres – terhadap masa lalu, hal tersebut mengancam untuk mengalihkan CIA dari misi-misi utamanya. Ia menuliskan, “CIA harus terus menjadi subjek dari perselisihan mengenai kebijakan-kebijakan yang sebenarnya sudah tidak lagi ada.”

Panetta mengeluhkan bahwa langkah yang diambilnya pada bulan Juni dengan merahasiakan sebuah program rahasia terhadap Kongres AS, disikapi dengan ketegangan yang semakin memperburuk keadaan yang ada dan bukannya membangun kepercayaan dengan Kongres.

Berikut ini adalah tulisan Leon Panetta secara lengkap yang dimuat di surat kabar Washington Post:

“Bulan lalu, dalam sebuah pertemuan di luar negeri yang dihadiri oleh para ketua dinas intelijen, salah satu kepala intelijen dari sebuah negara Barat sekutu AS bertanya kepada saya. Ia menanyakan mengapa Washington begitu terobsesi dengan apa yang dilakukan oleh CIA di masa lalu ketika semestinya hal-hal yang harus dikhawatirkan adalah yang terjadi di masa kini.”

“Pertanyaan tersebut adalah sebuah pertanyaan yang bagus. Bahkan, saya merasa bahwa upaya Kongres AS dalam mengaduk-aduk masa lalu CIA telah mengalihkan CIA dari misi-misi penting yang harus dilakukan: pengumpulan data intelijen, analisis, dan operasi mata-mata.”

“Dalam udara bebas dari alam demokrasi yang kita hirup bersama, memang penting untuk mengawasi tindak-tanduk dinas intelijen, akan tetapi juga diperlukan kesepakatan bersama mengenai hal-hal yang seharusnya dirahasiakan. Kami memerlukan sebuah persetujuan bersama dari seluruh cabang eksekutif dan legislatif mengenai apa saja yang kami lakukan dan alasan dibalik tindakan yang bersangkutan.”

“Berdasarkan sejarah CIA, kami pernah melakukan itu. Dalam delapan tahun terakhir, konsensus antara kami dan pemerintahan menjadi semakin buruk. Hal tersebut memicu terjadinya penurunan kepercayaan, semakin tumbuhnya rasa frustrasi, dan seringnya terjadi kebocoran informasi yang seharusnya dirahasiakan.”

“Dalam masa-masa awal pemerintahannya, presiden Obama mengeluarkan perubahan kebijakan dalam bidang intelijen yang mengakhiri sejumlah praktik kontroversial. CIA kini tidak lagi mengoperasikan situs-situs penjara hitam dan tidak lagi melakukan teknik interogasi ilegal. Harus diingat bahwa CIA hanya menjalankan keputusan presiden, namun kami tidak berwenang membuat keputusan. Tapi tetap saja, CIAlah yang harus membayar harga dari perselisihan berkenaan dengan kebijakan-kebijakan yang sejatinya sudah tidak lagi ada. Konflik-konflik tersebut menyulut iklim kecurigaan di gedung Capitol. Padahal para agen intelijen pada khususnya dan masyarakat AS pada umumnya sama sekali tidak memerlukan sikap curiga tersebut. Tujuan utama saya sebagai direktur CIA adalah berusaha semampu saya untuk membangun dialog dan menumbuhkan rasa saling percaya dengan Kongres karena hal tersebut sangat penting bagi misi intelijen yang kami jalankan.”

“Dengan mengusung semangat tersebut, pada tanggal 24 Juni, saya memberikan keterangan kepada komite intelijen dari Kongres AS mengenai sebuah program sangat rahasia yang menarik perhatian saya sehari sebelumnya. Program tersebut tidak pernah benar-benar dijalankan, dalam waktu tujuh tahun, program tersebut belum pernah berperan dalam menangkap satupun teroris dari atas jalanan. Informasi tersebut tidak dicerna dengan benar oleh Kongres. Bagi saya, hal ini lebih dari sebuah permintaan sederhana mengenai persyaratan hukum. Hal tersebut lebih merupakan refleksi dari keyakinan saya bahwa sebuah kerjasama yang jujur dan terbuka dengan Kongres dapat membantu dan mendukung intelijen. Itulah yang saya inginkan, dan saya merasa yakin bahwa hal itu jugalah yang dibutuhkan oleh bangsa ini.”

“Sayangnya, bukannya memberikan kesempatan untuk membuka lembaran baru dalam hubunga antara CIA dan Kongres, pertemuan tersebut justru menjadi ajang saling tuduh mengenai masa lalu. Saya menyadari bahwa akan selalu ada ketegangan dalam hubungan (CIA-Kongres AS), akan tetapi juga ada tanggung jawab yang seharusnya dipikul bersama. Hal-hal tersebut termasuk melindungi sebuah informasi rahasia. CIA dan Kongres harus bahu membahu dan menemukan keseimbangan antara sebuah kekhilafan dan kesadaran bahwa keamanan AS bergantung pada CIA sehingga CIA melakukan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan Amerika.”

“Telah datang waktunya bagi kubu Demokrat dan Republik untuk menarik nafas panjang dan menyadari realita yang terjadi setelah peristiwa 11 September 2001. Pertanyaannya bukanlah kejujuran atau patriotisme dari orang-orang yang harus turun tangan setelah 11 September. Negara ini dicekam rasa takut, dan para pemimpin politik berupaya untuk memberikan tanggapan sebaik mungkin. Sejumlah penilaian dibuat. Memang ada beberapa yang salah, tapi hal tersebut tidak seharunya menodai para abdi masyarakat yang melakukan tugas mereka sesuai dengan tuntunan hukum yang diberikan. Pemilihan umum yang lalu memberikan gambaran jelas bahwa publik AS ingin bergerak menuju sebuah arah yang baru.”

“Intelijen dapat menjadi sebuah senjata yang berharga, namun senjata tersebut tidak seharusnya kita pergunakan untuk menyerang sesama warga AS. Seperti yang disampaikan oleh presiden, ini bukan waktunya untuk menuntut “ganti rugi”. Perdebatan mengenai siapa saja yang mengetahui, kapan atau apa yang terjadi tujuh tahun yang lalu, sejatinya telah kehilangan sebuah poin utama yang lebih penting: Kita adalah sebuah bangsa yang tengah terlibat peperangan di sebuah dunia yang berbahaya, dan kekuatan intelijen yang baik adalah hal yang penting bagi kita semua. Itulah yang seharusnya menjadi fokus bersama. CIA memiliki banyak alat untuk melawan al-Qaeda dan para sekutunya. Tidak seperti program yang saya batalkan pada bulan Juni, “alat-alat” yang kami miliki cukup efektif, kami mempergunakannya dalam mengejar musuh AS, dan Kongres sudah diberitahu mengenai program tersebut.”

Ketika presiden Obama mengunjungi CIA pada bulan April, dia menghampiri para pejabat intelijen dan berkata, ‘Saya akan membutuhkan tenaga kalian lebih banyak dari sebelumnya.’ Para pria dan wanita anggota CIA benar-benar merupakan garis pertahanan utama AS. Mereka harus menempuh resiko dan berkorban untuk mendapatkan informasi intelijen yang dibutuhkan oleh negara kita agar bisa tetap aman.”

“Saya telah menghabiskan 16 tahun dalam Dewan AS, sehingga saya tahu benar bahwa Kongres bisa mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menyeebut nama. Saya juga tahu bahwa kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di masa lalu tanpa harus terjebak di dalamnya. Itulah harapan masyarakat Amerika. CIA siap melakukan tugasnya karena negeri ini memang pantas mendapatkannya.” (dn/nwr/wp) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar