Tajamnya Kibasan Hutang “Membelah” Bank Terbesar Eropa

on Senin, 03 Agustus 2009


E-mail Cetak PDF
Bank HSBC, bank terbesar di Eropa akhirnya tumbang juga dihantam hutang. (SuaraMedia News)

Bank HSBC, bank terbesar di Eropa akhirnya tumbang juga dihantam hutang. (SuaraMedia News)

LONDON (SuaraMedia News) – HSBC Holdings Plc, Bank terbesar Eropa, mengatakan bahwa keuntungan paruh tahun yang diraup tahun ini berkurang drastis, setengah dari keuntungan yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu menjadi $5 miliar, hal tersebut tidak lepas dari tingginya jumlah hutang tak terbayar di AS, Eropa, dan Asia.

HSBC pada hari Senin melaporkan keuntungan (sebelum kena pajak) untuk periode enam bulan hingga akhir bulan Juni lalu mencapai $5,02 miliar, keuntungan tersebut turun dari angka $10,2 miliar yang dicapai pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkiraan dari 11 orang analis yang ditanyai oleh Reuters.

Saham HSBC naik 4,4 persen pada angka 632 pence pada pukul 4.50 pagi, sementara nilai saham Barclays Plc yang juga mencatat keuntungan paruh tahun tercatat naik 6,3 persen, hal tersebut dipicu oleh investasi perbankan.

Melemahnya pinjaman dan ketentuan kredit beresiko lainnya ditambah dengan meningkatnya hutang tak terbayar di AS, Eropa dan Asia memaksa HSBC menyatakan kerugian sebesar $13,93 miliar dalam paruh tahun pertama, naik $3,9 miliar dari periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara lloyds Banking Group dan Royal Bank of Scotland akan melaporkan pencapaian keuangan mereka dalam paruh pertama tahun 2009 pada akhir minggu ini.

Tidak seperti bank-bank lainnya, HSBC tidak mencari bantuan kepada pemerintah untuk mendapatkan suntikan dana bantuan.

HSBC justru lebih memilih untuk meminta bantuan dari para pemegang saham, bank tersebut meminta para pemegang saham untuk mengucurkan dana melalui kumpulan saham, yakni dengan cara membayar saham sebelum saham tersebut ditawarkan kepada publik. Sebuah kumpulan saham biasanya memiliki masa berlaku 2 hingga 4 minggu, saham tersebut dapat ditransfer, dan memungkinkan pembelinya untuk membeli saham publik baru dengan harga dibawah penawaran umum. Hal tersebut umum diberikan kepada para pemegang saham untuk melindungi mereka dari efek pelemahan ekonomi.

Dari langkah yang dilakukan pada bulan April tersebut, HSBC mampu menghasilkan dana sebesar $17,8 miliar.

HSBC tengah berada dalam proses menutup sebagian besar dari operasi peminjaman ritel di AS karena mereka menderita kerugian besar dari hipotek rumah yang pada akhirnya tidak terbayar.

Pihak bank masih merasa optimistis tentang prospek ekonomi mereka, namun mengatakan bahwa ke depannya, pencapaian HSBC masih belum pasti.

“Kami mungkin saja lolos, atau akan lolos dari dasar siklus pasar keuangan,” kata direktur HSBC Stephen Green dalam sebuah pernyataan. “Akan tetapi, waktu, bentuk dan skala pemulihan terhadap ekonomi secara lebih luas masih belum pasti.”

Keuntungan yang diperoleh disokong oleh pendapatan bank dari investasi, dengan keuntungan pasar dan perbankan dari HSBC yang melonjak menjadi $6,3 miliar dari $2,7 miliar tahun lalu.

Namun layanan keuangan personal dari bank tersebut mengalami kerugian sebesar $1,25 miliar karena banyaknya jumlah hutang tak terbayar, hasil tersebut jelas merupakan penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana masih tercatat keuntungan sebesar $2,3 miliar.

Rasio permodalan bank tersebut meningkat menjadi 10,1 persen pada akhir bulan Juni, naik dari 8,3 persen pada akhir bulan Desember lalu. Penurunan di Amerika Serikat mencapai $7,3 miliar dalam paruh pertama, naik dari $4 miliar tahun lalu, namun turun dari $8,8 miliar dalam enam bulan sebelumnya. HSBC mengatakan bahwa pihaknya merasa cukup puas dengan perkembangan dari bisnis keuangan yang dikelolanya. (dn/rtr/bbc) Dikutip oleh www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini