SBY-Boediono Bantah "Selingkuh" Dengan KPU

on Senin, 03 Agustus 2009

E-mail Cetak PDF
Tim Sukses Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden SBY-Boediono : Hatta Rajasa, Marzuki Ali, dan Joko Suyanto. (SuaraMedia News)

Tim Sukses Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden SBY-Boediono : Hatta Rajasa, Marzuki Ali, dan Joko Suyanto. (SuaraMedia News)

Jakarta (SuaraMedia News) - Bila diminta, tim sukses capres-cawapres SBY-Boediono siap memberikan bantuan bukti kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bantuan bukti itu untuk menghadapi gugatan tim capres-cawapres Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebagai pihak terkait akan memberikan bukti-bukti itu kalau diminta," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie, dalam keterangan pers di Bravo Media Centre, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2009.

Maka itu, tim SBY-Boediono menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan akan membantu memperkuat pembuktian dalam persidangan di MK menghadapi JK dan Mega.

Kendati demikian, Marzuki membantah adanya anggapan bahwa KPU dan tim SBY-Boediono melakukan kongkalikong? "Tidak benar itu. Sama sekali tidak ada. Kami tidak ada hubungan dengan KPU, kecuali yang memang resmi," ujar dia.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membantah memiliki hubungan khusus dengan Komisi Pemilihan Umum.

Sebelumnya, beredar rumor bahwa timkamnas kerap kongkalikong dengan KPU. Bahkan, baru-baru ini KPU dikabarkan sempat melontarkan pernyataan bahwa komisi pemilu tersebut akan mem-back-up timkamnas di MK.

Koordinator Advokasi timkamnas SBY-Boediono Amir Syamsuddin menegaskan bahwa sejak awal pihaknya berpendirian tidak akan "berkoalisi" dengan KPU. "Kami tidak melakukan pendekatan apa pun. Kami juga tidak pernah berhubungan dengan KPU kecuali yang bersifat resmi atau formal," tegas Amir kepada para wartawan, Jumat (31/7) di Bravo Media Center, Jakarta.

Terkait persidangan sengketa pemilu presiden yang akan digelar Mahkamah Konstitusi, Amir berkeyakinan, KPU akan melengkapi diri dengan bukti-bukti, saksi-saksi dan data-data yang kuat dan akurat, sebagaimana yang akan dilakukan timkamnas.

Amir menuding pihak-pihak yang menggulirkan isu tersebut sengaja ingin menciptakan kesan bahwa adanya kerja sama antara KPU dan timkamnas.

Sementara terkait tudingan kubu Mega-Pro bahwa timkamnas SBY-Boediono berusaha memengaruhi hakim MK dengan mengumumkan ucapan selamat atas kemenangan SBY-Boediono dari pemimpin-pemimpin negara sahabat, termasuk yang baru-baru ini dari PM Inggris, Sekjen Partai Demokrat Marzuki menampiknya. "Kita tidak bisa mengatur ucapan selamat. Bahkan, begitu hasil hitung cepat keluar, pemimpin ASEAN sudah memberikan ucapan selamat," imbuhnya.(vvn/kmp) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar