Dalam Hitungan Tahun, Ilmuan Janjikan Otak Buatan Untuk Manusia

on Senin, 03 Agustus 2009


E-mail Cetak PDF
Para penelita menargetkan Otak buatan pada Sepuluh tahun mendatang di peruntukkan bagi para korban menderita kelainan mental. (SuaraMedia News)

Para penelita menargetkan Otak buatan pada Sepuluh tahun mendatang di peruntukkan bagi para korban menderita kelainan mental. (SuaraMedia News)

LONDON (SuaraMedia News) - Para ilmuwan akan bisa menciptakan otak buatan bagi manusia dalam sepuluh tahun mendatang. Otak buatan ini nantinya akan sangat membantu dalam mendiagnosa dan mengobati pasien penderita gangguan otak.

Hal ini diungkapkan Professor Henry Markram pada konferensi ilmiah TED di Oxford University. Markram mengatakan, optimisme ini datang mengingat dia dan timnya telah berhasil melakukan percobaan pada tikus dengan menggandakan elemen penting dari otak hewan pengerat tersebut.

"Kesuksesan menggandakan elemen otak tikus menimbulkan keyakinan bahwa bukan tidak mungkin dalam 10 tahun mendatang kita pun akan bisa menciptakan otak buatan bagi manusia," kata Markram, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (24/7/2009).

Prof Markram yang tergabung dalam proyek penelitian ini mengatakan, simulasi otak kini tidak cukup canggih untuk menemukan metode terapi yang tepat bagi para penderita penyakit otak dan kejiwaan.

"Ada sekira dua miliar orang di planet ini yang mengidap penyakit kelainan mental. Teknologi baru ini akan memberikan pandangan baru untuk menemukan metode terapi penyakit otak yang sangat tepat," lanjut Markram.

Lebih dari 15 tahun, Henry dan timnya telah mempelajari struktur kolom neocortical atau neocortex pada otak. "Membuat sebuah otak seperti membuat katalog mengenai bagaimana sistem komunikasi bekerja dan bagaimana saraf-saraf dapat terhubung," ujar Henry.

Meskipun tiap neuron itu unik berbeda-beda pada tiap orang, tapi Henry menemukan pola yang sama pada otak yang berbeda. "Biarpun otak seseorang kecil atau besar, dan memiliki morfologi neuron yang berbeda, tapi struktur dasarnya sama," papar Henry.

"Mungkin inilah yang dinamakan spesies yang spesifik, yang menjelaskan mengapa manusia tidak dapat berkomunikasi dengan spesies lain, contohnya hewan," tambahnya.

Menurut penjelasan Markram, teknologi ini membutuhkan satu perangkat komputer yang memproses data dari syaraf tunggal. Artinya, diperlukan puluhan ribu mesin untuk mulai melakukan pemetaan fungsi otak manusia yang sangat rumit.

Oleh karenanya, para ilmuwan yang tergabung dalam proyek ini menggunakan "komputer super", yaitu sebuah mesin yang mampu menampung jutaan algoritma dan data sekaligus untuk mengefektifkan proses ini.

Penelitian ini diharap mampu menjadi pencerahan dan juga salah satu jalan keluar bagi mereka yang memiliki keterbelakangan mental agar memiliki hidup yang lebih baik lagi. (okz/frk) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar